
Dalam membuat platform ini, mencari dan mendengarkan rilisan-rilisan di situs ini menjadi aktivitas yang paling menarik bagi saya pribadi; menemukan kembali rilisan lama dan mendengarkan rilisan-rilisan baru yang belum pernah saya dengarkan sebelumnya. Walau kami semua menghargai tiap rilisan yang masuk ke platform ini, satu per satu dari kami akan memilih beberapa rilisan untuk Staff Picks tiap bulannya, dan kebetulan saya menjadi orang pertama yang melakukan ini. Jadi, saya persembahkan beberapa rilisan yang saya dengarkan sejak platform ini rilis:
(inilah pilihannya)
1. Curiouser and Curiouser – Santa Monica

Mendengarkan album ini merupakan suatu pengalaman tersendiri. Vokal lirih yang mengikuti tiap lagu yang disusun sedemikian rupa oleh Santamonica. Saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut kecuali mengatakan bahwa ini merupakan album yang indah.
Saya mengakui bahwa saya pribadi tidak begitu memperhatikan wave musik 2000-an seperti Santamonica sebelumnya. Namun frase better late than never rasanya merangkum perasaan saya karena saya lega bisa menemukan album ini di 2020. Album ini merupakan album yang pertama saya beli ketika platform ini dirilis, dan saya menganjurkan pembaca untuk melakukan hal yang sama. Piringan hitam untuk album ini juga masih tersedia via Lamunai Records.

Jika anda belum pernah mendengarkan album ini, sebaiknya anda menambahkan album ini ke keranjang belanja anda di The Store Front, jika anda pernah mendengar album ini, maka anda sudah tau apa yang harus anda lakukan. Album ini menemani saya dalam beberapa bulan terakhir, semacam selimut bagi saya pribadi. Saya cukup beruntung untuk dapat melihat bagaimana album ini dibuat dan dirilis, album ini pantas mendapat pujian dan dukungan.
Lagu favorit saya di album ini adalah “Hijrah (A Song for Grandmother as She Travels Beyond)” dengan instrumentasi akustik yang mengingatkan saya terhadap Toe, ditambah dengan suara terompet di akhir lagu yang seolah-olah menandakan akhir perjalanan. Kita jelas pernah merasa kehilangan, BAPAK. Merepresentasikan kehilangan ini dengan lagu yang tragis dan indah.
3. Can We Go Out Now? – Puff Punch

Rasanya tidak lengkap jika saya tidak memberikan apresiasi bagi Puff Punch di tengah hari-hari pandemi ini. Jujur saja, saya sudah jatuh cinta sejak melihat artwork dari EP ini. Ketika saya mendengarkan EP ini, saya bisa merasakan apa yang disampaikan oleh lirik-lirik Puff Punch. Saya bisa merasakan keresahan dan frustrasi terhadap apa yang terjadi hari ini. Jika anda merasakan hal yang sama, mungkin mendengarkan album ini akan membuat anda merasa lebih baik!
Lagu (Everyday I Miss You) menggelitik hati remaja saya; mengingatkan saya terhadap Little Joy, dengan kombinasi ukulele dan vokal yang disajikan.
Itu lah beberapa rilisan yang saya dengarkan terus menerus selama proses pengembangan The Store Front ini. Masih banyak rilisan menarik pada layanan ini yang sudah berhasil meninggalkan kesan pada rekan-rekan saya. Berikut adalah beberapa rilisan yang menjadi honorable mention untuk saya pribadi:








